Cara mendirikan clothing company (jilid satu)
Desember 27, 2009

Contoh clothing company sukses .. Joger!
Mendirikan clothing company atawa distro kaos tampaknya sudah menjadi trend di kalangan anak muda saat ini. Selain karena model bisnisnya yang mudah dipahami (modal bikin kaos satu rata-rata Rp 30.000,- lalu dijual dengan harga lebih dari itu) dan sudah terbukti (penghasilan Dagadu, Joger dan C59 per bulan saat ini tampaknya bisa mencapai skala miliaran), proses mendirikannya pun terbilang mudah dan sangat sederhana. Ente tidak percaya? Teruskan membaca langkah-langkah kecil di bawah:
THE BIRTH OF A CLOTHING COMPANY
1. Pada awalnya adalah ide

Ceritanya begini:
Suatu hari ente sedang bersepeda di alam pedesaan yang hijau nan permai. Di saat ente sedang asyik menggenjot kereta angin, eh tiba-tiba ente disalip oleh rombongan penunggang motor gede yang ugal-ugalan. Lucunya, di saat ente sedang diliputi amarah gara-gara peristiwa tadi, ente kemudian justru tertawa-tawa sendiri. Nah lho, apa sebab? Ente tertawa karena ada salah satu penunggang moge yang mengenakan kaos bertuliskan “makan tuh debu!” di bagian belakang kaosnya.
Ente pulang dengan penasaran sambil berpikir untuk membuat kaos tandingan. Tapi apa ya?
Di persimpangan jalan, ada seorang penggembala itik yang sibuk dengan piaraannya. Waktu berpapasan, Ente dan sang penggembala tadi saling melempar senyuman diikuti dengan sapaan. Anda bilang, “Mari Pak …”, lantas si penggembala menjawab, “Monggo-monggo mas…” Ente tersenyum senang karena kejadian ini.
Tak lama kemudian idepun tiba-tiba muncul ..
“Hei … aku dapat!” Ente meledak girang di atas sepeda, “Pakai kata-kata ini aja nantinya.”
MONGGO DISALIP, ASAL SOPAN
JUST DESIGN!
2. Ribuan desain dimulai dari satu

Sesampainya di kos-kosan (ceritanya Ente masih kuliah di kampus biru nih), Ente buka aplikasi pengolah gambar dan foto, The Gimp (maklum, Ente masih ragu membajak Photoshop). Dengan langkah cekatan, zet..zet…zet…, desain kaos itu pun akhirnya jadi. Jrengg …… mantap! Ente begitu yakin dengan keindahan dan nilai jual kaos ini sehingga Ente pun memutuskan untuk menjualnya.
Tapi di mana?
note:
Tutorial mendesain kaos yang paling bagus untuk sementara ada di blognya Richard fang – Jurus Grafis. Grab it here !
MARKETING: DON’T HIRE MARK PLUS & CO YET!
3. Pilih sendiri lapak gratisanmu!
Sebagai anak muda di era Web 2.0, Ente tentu saja sudah tahu harus ke mana mencari jawaban pertanyaan tadi, “Di mana kita bisa menjual desain kaos tanpa harus membayar biaya sewa toko/kios?” Kemungkinannya kurang lebih ada lima: KASKUS, FACEBOOK, TOKOPEDIA, WORDPRESS, atau BLOGGER.
Di antara kelima opsi ini, Ente langsung memilih KASKUS. Selamat, Ente benar. Sampai detik ini, kaskus masih menjadi situs paling populer untuk menjual barang pecah belah seperti kaos yang baru saja Ente desain tadi. Lalu Ente kembali bertanya, “Bagaimana cara menjual kaos di kaskus? Kalau bisa yang efektif dan ampuh.” Ente pun langsung membuka Google dan voila … hasil pencarian dari si mbah google ternyata membawa Ente ke blog distro kaos. Ini kan blog milik saya, blog tentang dunia bisnis kaos yang sedang Ente baca sekarang. Hehehehe … (saya ge-er sedikit gpp kan)

SELLING WITHOUT THE SALESMAN
4. Sistem Pre-Order
Selain gratis, salah satu keuntungan Ente menjual di kaskus adalah karena ekosistem pasarnya yang tidak keberatan dengan model penjualan pre-order. Dengan model ini, si pembeli tidak keberatan untuk membeli kaos Ente – biasanya dengan cara mentransfer uang via bank – meskipun itu baru dalam tahapan desain. Walhasil, alih-alih repot menyablon di awal dan mengambil risiko rugi jika kaos tidak laku, Ente justru bisa menyelamatkan kantong Ente dengan menjajal dulu minat konsumen.
Coba dulu; jual di kaskus, perlihatkan desain Ente, tetapkan harganya, lalu perhatikan apa yang terjadi. Ada yang mau membeli tidak? Kalau quota pemesanan sudah mencapai 12 pcs atau 24 pcs, Ente tinggal membawa kaos hasil desain Ente ini ke tukang sablon di kota Ente. Untuk Ente yang sedang mencari kaos yang lagi ngetrend di kaskus, ente bisa membaca tulisan saya sebelumnya, 5 tipe kaos yang laris di Kaskus .
PRODUCTION: KEEP THESE STANDARDS
5. Bahan Kaos, Teknik Sablonan, dan Tipe jahitan

Untuk bahan kaos, jangan ragu untuk menggunakan standar kaos-kaos distro zaman sekarang; katun kombed 20s atau 30s (cotton combed 20s or 30s). Kedua bahan ini diklaim halus, ringan (30s lebih ringan ketimbang 20s) dan enak dipakai. Untuk teknik penyablonan, mintalah yang bertpe rubber. Sementara untuk tipe jahitan, jangan lupa meminta tipe rantai. Kalau ketiga hal ini sudah digabung, kaos yang kamu desain tadi hampir pasti sudah masuk ke dalam standar nasional kaos distro.
Sekian dulu tulisan episode pertama. Di episode berikutnya, kita akan membahas tentang packaging, shipping, memilih nama, dan ….. ada dua lagi yang dirahasiakan. Keep reading me, Ok.
Penulis adalah founder Wimkhan Clothing – sebuah distro kaos sekaligus blog yang sedang ente baca. Di kaskus, twitter, yahoo, gmail, dan facebook ana memakai nama id “wimkhan“. Yuk berteman. Tulisan ini disponsori oleh Blagak, distro kaosnyo wong kito galo. Insyaallah launching tanggal 30 Januari 2010. Mohon doanya ya.
Desember 29, 2009 at 6:24 am
nice tips!
thanks ya dah mention Jurus Grafis
Januari 1, 2010 at 10:34 am
wow, ternyata richard fang mau berkomentar di blogku. thanks ya mas richard. I hope we can cooperate in a project sometimes.
Maret 29, 2010 at 12:34 am
[...] Cara mendirikan clothing company (JIlid Satu) [...]
Maret 29, 2010 at 12:49 am
[...] Cara mendirikan clothing company (JIlid Satu) [...]
Maret 31, 2010 at 1:48 am
[...] [Cara mendirikan clothing company (jilid satu)] [...]
Mei 2, 2010 at 2:04 pm
kamu sudah menginspirasi banyak orang. aku sangat suka, apalagi usaha yang selalu kamu ingatkan: jangan lupa sholat! sip.. insya Alloh barokah! amin… doakan saya! saudaraku….
Mei 24, 2010 at 7:28 am
Hmmm.. baguz tuh kaosnya, pake corel ea ngeditnya..?
Juli 25, 2010 at 8:15 am
corel dan photoshop boz
Agustus 7, 2010 at 10:04 am
thanks
Januari 2, 2011 at 9:09 am
kalo sablon rubber kelebihannya apa bos ?? permanen ato mudah luntur ?? kalo dibandingkan dengan sablon digital gimana bos ??
mohon pencerahannya….^^
Maret 26, 2011 at 4:54 pm
[...] Clanthing Clothing Company” merupakan sebuah usaha yang bergerak di bidang pembuatan produk khusus untuk komunitas tertentu [...]