Bagaimana cara mengidentifikasi sales yang bagus untuk kaos distro Anda? (Bagian 1)

November 20, 2011

keong

We are slow like this one … But nevermind cause we still grow!

Ya Allah ya Rabbi! Sudah lama sekali aku tidak memposting tulisan di blog distro kaos ini. Terakhir kali posting tertanggal 15 Februari 2011. Ini berarti aku sudah absen posting di sini selama 9 bulan. Innalillahi wa innailaihi raji’un. Kalau aku adalah seorang ibu yang sedang mengandung, seharusnya aku sudah mengeluarkan bayi. Tapi ya sudahlah, yang lalu biarlah berlalu. Wimkhan Clothing sejatinya sudah banyak mengalami kemajuan, walaupun lambatnya bukan main.

Seperti keong, itulah Wimkhan. Kita memang sudah melakukan beberapa hal progresif, meski kurang begitu mencolok. Tapi sekali lagi, that’s OK. I’m here to learn. Learning to sell, to design, to market, to blog, to ship something worth to buy. Bismillah. So here we go ….

Di dalam tulisan kali ini, saya akan mencoba untuk menceritakan pengalaman pribadi saya selaku “pengusaha” distro kaos kecil bernama Wimkhan Clothing. Topik yang akan saya angkat adalah tentang bagaimana cara mencari sekaligus mengidentifikasi sales atau penjual yang bagus untuk produk-produk Anda.

Sebelum melanjutkan artikel ini, perkenankanlah saya untuk bercerita sedikit soal Wimkhan Clothing. Untuk memudahkan penulisan distro kaos saya ini, kita akan menggunakan nikcname “Wimkhan” untuk mengganti penyebutan kata Wimkhan Clothing yang menurut saya terlalu panjang.

Wimkhan adalah sebuah distro kaos yang saya dirikan dengan modal dengkul. Bisnis yang kami – saya membutuhkan beberapa teman untuk menggerakkan Wimkhan – mulai di tahun 2009 ini bergerak di bidang kaos distro. Awalnya kami hanya menjual desain kaos dengan sistem pre order di internet. Sampai saat ini pun, cara ini masih kami pakai walaupun belum terimplementasi dengan baik. Sekarang, Wimkhan justru lebih “berkembang” dengan metode jual langsung alias “direct sales”. Dengan cara kedua ini, kami mendesain lalu menyablon kaos dulu, kemudian langsung dioper ke pihak ketiga seperti factory outlet yang ada di Yogyakarta atau langsung menggunakan jasa tenaga sales.

Tulisan saya kali ini akan mengangkat cara kedua yakni berjualan dengan bantuan tenaga sales…

Pilih yo dipilih ….

sales

It’s not really easy to find the right man for the right place ….

Mencari seorang atau tim sales yang bagus adalah sebuah keharusan untuk perusahaan. Karena tanpa tenaga sales, produk-produk terbaik Anda mungkin akan terdiam percuma di gudang. Benar bahwa ada orang yang bisa menjadi “manusia segalanya” (english: Jack of All trade) untuk perusahaannya – dalam skala terbatas tentunya. Dalam artian, dia yang mendirikan perusahaan, dia yang mengurusi administrasi, dia yang merekrut pegawai, dia yang menjadi produser barang-barangnya, dia sendiri yang mengurus pemasaran. Termasuk menjadi sales untuk hasil karyanya.

Well, sayangnya, tidak semua pengusaha bisa menjadi makhluk langka seperti di atas. Salah satunya adalah saya sendiri. Saya memang punya ide dan tahu caranya memasarkan barang di web, tapi ketika tampil di dunia nyata, saya justru menjadi seorang “penakut” alias “amatiran”. Apalagi di provinsi seperti Gorontalo yang saya sendiri sampai hari ini belum menguasai bahasa daerahnya. Saya merasa malu untuk menjual barang-barang yang menjadi produk perusahaan saya sendiri. Agak aneh bukan? Tapi saya rasa saya tidak sendirian di dunia ini. Mungkin Anda satu golongan dengan saya?

Allah SWT memang besar, berhubung saya sadar dengan keterbatasan saya. Akhirnya saya memutuskan untuk mencari orang yang bisa menjualkan kaos-kaos Wimkhan. Jumlah kaos yang harus dijual adalah 20 pcs kaos dengan rincian 10 kaos bergambar gatotkaca, sementara selebihnya bergambar semar. Setelah beberapa lama merenung dan mencari, akhirnya saya mendapatkan calon sales yang sepertinya akan cocok dengan produk-produk saya. Who is he?

Seseorang dengan fam “Liputo”

Di Gorontalo, untungnya saya punya banyak teman akrab. Dan umumnya mereka adalah orang-orang asli gorontalo. Faktor terakhir ini saya anggap sebagai kartu AS bagi saya. Jadi, diantara begitu banyak teman, saya akhirnya memilih seseorang dengan nama Ramdan Liputo. But why?

Ramdan atau Aan – nama panggilan sehari-harinya – adalah seorang pegawai honorer di Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gorontalo. Perawakannya sedang dengan tinggi badang di kisaran 160an cm. Dia belum menikah. Usianya di kisaran 20an tahun. Kulitnya bernuansa coklat atau sawo matang seperti kulit orang-orang Indonesia pada umumnya. Dari segi fisik, Ramdan memang lumayan dan pas sekali untuk diangkat menjadi mitra bisnis saya.

Tapi bukan faktor fisik yang membuat saya menganggap Aan menjadi begitu penting bagi bisnis saya. Bagi saya selaku pemegang barang, saya mebutuhkan pemuda yang supel, mudah bergaul dengan siapa saja, dan tentu saja …. ingin punya penghasilan tambahan. Bagaimana dengan kreatif? Perlukah? Hmmmm, bolehlah. Kalau melihat semua kriteria ini. Sekali lagi, tampaknya Aan lah orangnya.

To be continued …..

About these ads

One Response to “Bagaimana cara mengidentifikasi sales yang bagus untuk kaos distro Anda? (Bagian 1)”


  1. apakah saya bisa menjadi member wimkhan untuk area jepara??kalau bisa bagamana caranya??


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: