Cara mendirikan clothing company (jilid dua)

Desember 29, 2009

Di tulisan sebelumnya, Cara mendirikan clothing company (jilid satu) , kita sudah bersama-sama membahas masalah ide, design, marketing, sales, dan standar bahan. Nah sekarang kita akan ngomongin soal sisanya. Hehehe .. selamat membaca – dan mempraktekkan bro.

PACKAGING: CLEAN, NEAT, FRAGRANCE, BOX.

6. Bungkus itu penting lho..

MacBook Box SCREEN

Kalau bisa kayak gini nih ..

Dalam dunia industri fashion seperti distro kaos, kemasan atau bungkus produk ente bakal sangat penting. Pembeli biasanya sangat konsen dengan hal-hal kecil seperti ini. Mereka berani memuji distro kaos yang mengemas kaosnya dengan bagus. Sebaliknya, mereka juga tidak segan menyindir, mengejek, bahkan menghina distro kaos yang asal-asalan dalam mengemas produk-produknya.

Untuk isu packaging, pastikan distro kaos ente memegang ketiga hal ini: kaos terlipat rapi, bersih, wangi, dibungkus plastik, lalu dimasukkan ke dalam box . Untuk yang terakhir memang tidak wajib, tapi kalau bisa membuat box yang unik untuk satu kaos, konsumen pasti tambah takjub dan terkagum-kagum dengan distro kaos ente. Dan kalau konsumen sudah kagum, mereka akan jadi loyal evangelist untuk brand atau merk distro ente. Gratis, tanpa dibayar ataupun diminta.

Membuat satu box yang unik untuk satu kaos memang membutuhkan biaya tambahan. Tapi terkadang itu tidak jadi masalah buat konsumen. Mereka tidak segan membayar lebih untuk kemasan yang lebih indah dan manusiawi.

SHIPPING: DON’T USE COLUMBUS’ QUEEN MARIA

7. Tiki-JNE kan saja ….

ship 2

Jangan pakai kapal ini ya..

Kalau ente mengirim kaos ke konsumen memakai jasa dari PT Pos Indonesia, pelanggan mungkin akan mencak-mencak ketika telat. Lantas mereka akan menyemprot, “Kok nggak pakai tiki-jne aja sih? mahal dikit kan ga papa asal cepet nyampenya….”

Nah karena rata-rata konsumen di Indonesia sukanya menggunakan alibi ini, ada baiknya bila ente langsung aja memakai tiki-jne dari awal. Dus, ketika kiriman ente datang terlambat, ente bisa balik beralibi, “Wah itu di luar tanggung jawab kami pak/mas/mbak/bu/dik, yang jelas kalau pakai jasa pengiriman lain mungkin bakal lebih lama.”

note:

Argumen tentang jasa pengiriman ini belum tentu valid dan bisa berubah suatu hari nanti. penulis hanya menggunakan asumsi dari keadaan terkini dan pendapat umum terhadap kondisi riil di lapangan.

CHOOSE YOUR CLOTHING NAME WISELY

8. Sebagus dan seunik mungkin

Salah satu momen terindah dalam mendirikan distro kaos adalah saat memilih nama. Sungguh, ada begitu banyak kemungkinan kata, frase, klausa, atau gambar yang bisa menjadi nama distro kaosmu. Tapi apa pun itu, cegahlah diri ente dari aksi kopi-paste brand milik orang lain.

Contoh, ente sebaiknya jangan memakai merk WATERBOLT karena saat ini sudah ada yang menggunakan merk FIREBOLT. Tapi kalau ente tetap maksa memakai merk itu, ada kemungkinan orang-orang akan menganggap bahwa distro kaos ente adalah tiruannya FIREBOLT. Kalau sudah begini, ente sendirilah yang rugi besar. Maklum, para konsumen kaos-kaos distro biasanya adalah mereka yang mencari desain original tingkat tinggi dari merk yang original pula. Jadi intinya jangan menjadi ZZZBERRY kalau hanya ingin meniru BLACKBERRY! (kecuali kalau untuk kaos, hehehe …)

KEEP IT SIMPLE & DON’T BE STUPID!

9. Sabar, sabar, dan sabar….

Semua distro kaos terkenal harus berhasil menjual satu kaos – saya ulangi SATU KAOS – dulu sebelum berhasil menjual ribuan pcs atau jutaan pcs kaos. Jadi, jika ente sudah mendirikan clothing company tapi dalam seminggu, sebulan atau dua bulan belum ada satupun yang laku-laku, maka ente jangan sedih. Seperti subtitle di atas, “KEEP IT SIMPLE & DON’T BE STUPID!”, tugas ente selaku founder, owner, sales, marketer, atau bahkan sekaligus designer adalah untuk berusaha, berusaha, lalu mencoba dan mencoba sebanyak dan sesering mungkin. Tidak perlulah ente mengeluhkan keadaan cuaca, iklim, kondisi ekonomi, keadaan keluarga, latar belakang pendidikan, dsb., hanya untuk dijadikan alibi kegagalan sementara ente dalam menjual kaos ente. Pokoknya jalani dan nikmati saja, oke …

Ingatlah, ada begitu banyak jalan untuk menuju kesuksesan, tapi hanya ada satu cara untuk gagal; QUIT! Sederhana sekali, semua orang gagal di seluruh dunia memiliki satu ciri yang sama, mereka adalah orang-orang yang termasuk ke dalam tipe QUITTER!

CSR: SUCH TICKET TO GO TO HEAVEN

Slumdog-Millionaire-young-actors

Kalau sudah sukses bantulah mereka…

10. Aksi sosial ala ente

Ente sedih melihat anak-anak jalanan yang berpakaian lusuh, bau dan rombeng di sana-sini? Hei, kenapa tidak membantu mereka? Dari sekian persen keuntungan, ente bisa menyalurkan uang ente untuk anak-anak ini. Masih ragu bersedekah dengan uang, bagaimana kalau ente mendesain kaos khusus untuk mereka. Buatlah kaos yang berisi pesan-pesan khusus.

Contoh:

GUE CAPEK JADI PENGEMIS
GUE PINGIN PUNYA CLOTHING COMPANY SENDIRI!

note:

CSR = Corporate Social Responsibility

Wow, alhamdulillah. Akhirnya selesai juga dua episode tulisan ini. Semoga ada manfaatnya. Kalau ada uneg-uneg langsung saja ke bagian komentar di bawah ya.

*******************

Penulis adalah Wim Permana, founder Wimkhan Clothing – sebuah distro kaos sekaligus blog yang sedang ente baca. Di kaskus, twitter, yahoo, gmail, dan facebook ana memakai nama id “wimkhan“. Yuk berteman. Tulisan ini disponsori oleh Blagak, distro kaosnyo wong kito galo. Insyaallah launching tanggal 30 Januari 2010. Mohon doanya ya.

10 Responses to “Cara mendirikan clothing company (jilid dua)”

  1. andhez Says:

    kira-kira untuk mendrikn sebuah bisnis clhoting menghbiskn biaya brapa???

    • Wim Permana Says:

      total dan rinciannya saya kurang bisa jawab mas. tapi saya memulai wimkhan clothing menggunakan uang jajan saya plus dana untuk ngenet sehari-hari.

      untuk lebih jelas soal biaya pendiriran clothing bisa baca tabloid peluang usaha. pernah di bahas lengkap di sana. telpon aja redaksi mereka.

      gudlak😛

  2. Harigo Says:

    Mas..,terima kasih atas ilmu nya…
    Saya berniat membuka distro n mdh2n jg clothingan sndiri…
    Bisa bagi2 ilmu nya lbih byk lagi mas…
    Terima kasih sblumnya…

  3. sadewa Says:

    inspiring banget kuwi, kebetulan aku sudah pnya brand dan mw produksi… thanks INSPIRING VERY INSPIRING

  4. udean Says:

    WAH luar biasa sekali motivasi dan tips nya

  5. adi Says:

    terimakasih atas motivasinya mas…..saya agak bingung buat brandnya…


  6. Dari semua guiding articles yang pernah aku baca, ini lebih mirip bible… hehehe…
    sangat mencerahkan!!!
    Thanks gan…
    Maju terus…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: