Kaos distro limited edition: sebuah dilema atau hanya strategi marketing?

Januari 28, 2010

GMF T-shirt

Salah satu faktor yang membuat kaos-kaos hasil produksi distro digemari adalah karena alasan “limited edition” alias cetak terbatas. Karena alasan ini, pembeli seringkali merasa istimewa atawa spesial ketika mereka berhasil membeli lalu mengenakan kaos rancangan distro kebanggaan mereka. Maklum, bagi para konsumen tadi, membeli kaos-kaos dari distro bakalan percuma kalau kaos yang sudah mereka beli itu ternyata banyak penirunya. Oh ya? Benarkah kaos distro anda itu “limited edition”?

[baca juga: Cara mendirikan distro kaos ]

Berapa sih jumlah kaos “limited edition” itu?

Nah yang menarik dari wacana soal limited edition ini adalah mengenai berapa jumlah maksimal kaos dalam satu desainyang bisa diproduksi oleh sebuah distro untuk bisa masuk ke dalam kategori “limited edition”. Apakah hanya satu kaos saja, sepuluh kaos saja, dua puluh kaos saja, atau malah cukup seratus kaos saja?

Well, berdasarkan pantauan di lapangan dan data yang ada di tabloid peluang usaha, istilah “limited edition” versi distro kaos Indonesia tampaknya tidak boleh disamakan seratus persen dengan istilah “limited edition” yang sering ditempelkan oleh brand-brand ternama dunia pada produk besutannya. Contohnya begini; ketika Nike menelurkan sneaker – bahasa ndesonya sepatu kets – seri Air Jordan yang dilabeli “limited edition”, Nike biasanya akan langsung mengumumkan jumlah seri ini yang diproduksi untuk seluruh dunia. Jadi jika Nike sudah mengumumkan bahwa seri Air Jordan X – 2010 hanya diproduksi 100 pasang, maka barang ke 100 + 1 sudah tentu bukanlah seri Air Jordan X – 2010 lagi. Satu pasang yang ada di luar 100 produk asli Nike tadi mungkin saja versi bajakan atau bisa jadi keluaran Nike asli tapi sudah bukan seri Air Jordan X – 2010 – mungkin generasi kedua atau versi berikutnya.

[baca juga: Dilema Desain: Kenapa desainer (sesekali) harus tuli? ]

Kaos “limited edition” yang tidak unlimited

Contoh kasus sepatu Nike di atas tampaknya tidak terjadi sepenuhnya dengan distro-distro kaos di Indonesia. Dicky, Founder dan owner distro kaos terkenal di Bandung Invictus, menyebutkan dalam wawancaranya kepada Tabloid Peluang Usaha Edisi 06 – 19 Januari 2010 bahwa pada awalnya mereka hanya memproduksi 36 pcs kaos per satu desain. Tapi ketika permintaan semakin meningkat , akhirnya kaos-kaos tadi diproduksi dalam jumlah yang lebih banyak, yakni 60 sampai 120 pcs kaos per satu desain.

Lain lagi dengan Ines Handayani, pemilik Saqina Distro Muslim ini menyebutkan kepada tabloid yang sama bahwa distronya memproduksi 150 kaos per satu desain. Dan jumlah ini masih masuk dalam kategori “limited edition”, menurutnya.

shoes nike air jordan 19c

Limited edition ternyata relatif

Nah lo, apakah kaos-kaos ini masih masuk dalam kategori “limited edition”? Bisa ya, bisa tidak. Kaos distro di atas mungkin bisa masuk dalam kategori limited edition bila dibandingkan dengan kaos-kaos yang diproduksi dan dijual oleh retail-retail besar seperti Matahari atau Ramayana. Tapi kalau kita bandingkan dengan produk-produk “limited edition” ala brand-brand ternama di dunia seperti Nike atau Adidas maka kaos-kaos di atas ternyata belum bisa dianggap sebagai kaos yang limited edition. Maklum saja, kaos-kaos ala distro tadi sebenarnya tidak tertutup kemungkinan akan diproduksi lagi bila permintaan melonjak. So, adakah yang salah dengan istilah “limited edition”?

Nope! Tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Bagi konsumen, memakai kaos atau produk berlabel “limited edition” bisa jadi merupakan sesuatu yang luar biasa. Bagi produsen, kaos berlabel “limited edition” bisa jadi alat pemasaran yang cukup efektif untuk membangun brand sekaligus mencetak konsumen loyalist. Khusus buat distro-distro idealis yang tetap berpegang teguh pada pengertian “limited” sebagai sesuatu yang tidak boleh dicetak ulang maka label limited mungkin justru akan menutup kemungkinan untuk meningkatkan jumlah keuntungan dari suatu desain. Telebih kalau produk itu ternyata justru banyak dicari-cari oleh konsumen.

Tapi bagimana dengan kamu sendiri? Apa pendapatmu tentang kaos-kaos “limited edition”? Kasih komen ya. Thanks…

[baca juga: 5 Situs inspiratif buat para desainer kaos ]

image | image

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: